
Masih setengah sepuluh pagi, masih sempat mengucapkan selamat pagi untuk sang romeoku…;D
Pagi ini, aku terbangun dengan segunung rasa lelah lantaran semalam harus ke dokter yang sangat menguras energi, terbangun dengan smsnya sudah cukup membuat pagiku dihiasi kegilaan, karena rindu, kangen…hahaha….aku senang….
Masih mengantuk, tapi kangenku membuatku urung tertidur, aku malah mendekap tuts keyboard komputer dan mulai mengatakan….
Aa, aku kangeeeeeen…..aku dengar suara hpku di dalam tas, tepat di saat dia sudah keburu putus asa menunggu jawabanku…kenapa gak mencoba dua kali saja? Ah, kadang aku tidak mengerti cowok, kalau aku pasti sudah empat kali baru putus asa…hahahahah….
Aa, aku ingin bercerita, aa aku ingin mengeluh padamu..aa, aku ingin bilang aku begini dan begitu…aa, kenapa begitu jauh?
Sungguh lucu waktu, aku dirawat di rumah sakit….tiba-tiba adikku datang dengan membawa print out foto ku dan aa….aku gak mengerti dia dapat dari mana…aku Cuma senyum2 aja dan meletakkan foto itu di balik lembaran TTS yang jadi teman setiaku mengusir kebosanan. Setelah keluar dari RS, di perjalanan pulang ke langsa, di dalam bus yang dingin karena sok ber-AC, adikku cerita kalau itu adalah ide mommiku dan dia supaya aku jadi semangat untuk sembuh dan parahnya, print out itu diambil dari seribu tempelan di lemari bajuku!! Hahahah…
Kadang sempat terlintas, betapa uniknya keluargaku…kalau seperti ini, aku merasa seperti anak emas….sama seperti ketika ayah mengingatkan, ‘aa-nya udah tau kalo kakak sakit?’ hahaha….seakan yang penting hanyalah kesembuhan dan kehidupanku.
Aku tidak tau separah apa penyakitku…selain mataku yang kuning dan kulitku yang bercak kekuningan, kulit wajahku yang hangus dan bibirku yang menghitam….semuanya berawal dari promosi ke posisi baru di kantorku . Seminggu yang sangat melelahkan itu akhirnya membuatku ambruk. Aku merasa luar biasa gagal menjaga diri. Bahkan tidak sempat mencocoli lambungku dengan segelas susu pun, membuat alasanku terdengar konyol. Dan lagi-lagi yang tak enak kudengar terpaksa berhembus di telingaku, ‘sok diet sih’….ah, makin besar kepala aja mereka yang tidak setuju dengan program detox yang waktu itu sedang aku jalani.
Semua tak bisa kembali..aku sudah terlanjur sakit, hatiku terlanjur membengkak dan vonis hepatitis B sudah keburu kuterima. Dengan awal yang begitu sepele, sibuk, tak sempat makan, kelelahan, dan yang membuat perasaanku sakit, aku gagal dengan jutaan rupiah! Penyakitku terlalu parah untuk disembuhkan dengan jalan detox. Aku kembali harus minum obat, enzim, vitamin dan entah apa lagi yang membuat tubuhku kembali membengkak, mataku terasa pedih dan mengecil, kepalaku sakit dan badan yang sama sekali tak enak.
Lagi-lagi, aku tak tau separah apa sebenarnya penyakitku, yang pasti, aku benci sekali tak bisa olah raga, meski hanya joging dan sit up. Benciku meluap saat memegang sapu dan membereskan perabotan rumah pun dilarang. Pekerjaanku praktis hanya duduk, tiduran, dan mengisi tts...
Tapi, yang membuatku tersenyum, adalah tingkah keluargaku yang memarahiku seperti anak kecil….suatu kali saking kesenangannnya diajak ayah jalan-jalan, aku nyaris berlari ke kamar mandi…ah, mommy langsung berteriak kencang dan mengomel dengan bahasa Aceh-nya…hahaha........belum lagi ayah yang tiba-tiba berteriak dari dapur lantaran melihatku bergoyang mengikuti Ratu yang lagi nyanyi di TV….hmm, ditambah lagi adikku yang tanpa segan mencubitku sakit sekali waktu aku ikut membantunya membersihkan rumah, padahal hanya mengelap debu! Ah, padahal biasanya dia cuek aja, sampai aku keringatan jagung juga dia tetap asik molor….hmmmm……….
Kalau sudah begitu, ternyata sakit jadi tidak terlalu membosankan jugalah, dimarahi jadi sangat menyenangkan…tingkahku pun semakin menjadi-jadi, sekalian saja aku melompat ke tempat tidur dan memeluk mommy…hahahaha….
Dan tau tidak? Yang membuatkan teh obatku setiap pagi? Ayahku! Ah, kalau begini, rasanya tak mengapalah sakit sesekali…hehehe…
Walaupun, aku suka sebel kalau anggota keluargaku ribut untuk urusan sepele, seperti dimana meletakkan ini dan itu….atau soal keuangan yang kadang subur kadang kering kerontang, atau kalau lagi adu argumentasi di meja makan….tapi, entah kenapa kangenku untuk berkumpul kembali dengan keluarga meluap-luap tak karuan…aku tidak mengerti, apa ini artinya petualanganku sudah berakhir? Atau karena perhatian keluarga saat sakit ini yang membuat perasaan sentimentilku menguap?
Aa, bagaimana menurutmu? Saat ini, aku sudah memikirkan beberapa alternatif setelah kontrakku selesai…aku ingin kembali ke habitatku, mengajar…aku kangen sekali untuk kembali mengajar. Kali ini, ingin mengajar di universitas, a…sayang sekali aku keburu masuk rumah sakit padahal senin itu aku sudah janji untuk memberikan lamaran ke dua universitas swasta di banda aceh. Ah, harus tertunda lagi. Ada juga kesempatan di langsa untuk jadi guru STM tapi, aku harus kuliah Akta 4 untuk mendapatkan izin mengajar di sekolah. Maka, akan aku jalani. Untuk kecintaanku pada dunia itu. Dan, mungkin ini juga jadi jalan untukku kembali pulang dari perantauan yang melelahkan….
Kelak, aku akan kembali berpetualang, entah ke dunia yang mana tapi aku akan pergi kembali, hanya saja, saat ini sayap-sayapku begitu dingin, butuh hangatnya rumah…dan, aku tidak boleh egois, untuk ayah, mommy dan dua malaikatku, aku harus pulang untuk melengkapi mata kedua orang tuaku….aku harus ada di sisi lelaki kecilku yang akan mengikuti umptn tahun depan, aku sudah ratusan kali mendampingi adik-adik binaanku untuk menghadapi umptn, ini saatnya aku berbakti untuk adikku….
Aku harus mendampingi si cantik yang mungkin akan dilamar tahun depan, aku harus ekstra ketat mengawasi apakah pangerannya cukup baik memberikan kebahagiaan untuknya..hahaha, keegoisan seorang kakak…tapi, aku memang seorang kakak. Hatiku mulai merasa canggung membiarkan orangtuaku hanya dijaga dua malaikat, sementara peri sulungnya berjarak 8 jam dengan bus dari mereka........tahun-tahun yang melelahkan ini, yang kupikirkan hanya diriku sendiri, kepuasanku, kebahagiaanku, kesenanganku, aku sibuk mencari dan menunggu cinta dan kasih sayang dari belantara dan langit, aku menunggu salju turun dari langit yan cerah dan tak pernah bermusim, ah, bodohnya, ketika kusadari dekapan itu hanya terngiang nyaring dari mereka…yang luput dari perhatianku dan kujauhi tanpa aku menyadari………
Untuk cintaku, aku menunggumu muncul dari belantara atau langitku…menguak dengan tegas…dengan sebilah pedang kesetiaan dan kuda putih lambang pengabdian cinta…aih…
Menjemputku dengan mahar kebahagiaan yang hanya darimu aku bisa dapatkan!
langsa, seminggu setelah hospitalization, 2006 ;)